Showing posts with label solidaritas. Show all posts
Showing posts with label solidaritas. Show all posts

Friday, August 5

Narkoba dan Penegagakan Hukuman Mati




Image result for hukuman mati narkoba
Dalam beberapa tahun belakangan ini, issu yang mencuat di beberapa media elektronik, maupun cetak mengenai eksekusi mati 10 terpidana hukuman mati dalam kasus pengedaran narkoba, dari 10 terpidana hukuman mati hanya 4 orang yang telah di eksekusi mati tersemasuk salah satunya adalah fredy budiman. Hukuman mati ini di publikasikan di media-media sehingga respon publik pun bermunculan dengan berbagai komentar tentang adaya hukuman mati yang berlaku di indonesia yang terkena kasus narkoba, dan kasus teroris.
Bagikan Ki Bro:

Thursday, June 19

KRONOLOGIS KASUS SBN.PT.VIARDI BINTANG TERANG



Pada tanggal 16 mei 2014 pihak perusahaan PT.VIARDI BINTANG TERANG melakukan PHK sepihak terhadap salah satu anggota serikat buruh Nusantara PT.VIARDI BINTANG TERANG(SBN.Viardi Anggota GSBN)  Atas Nama Zaenal dengan Alasan indisifliner, sementara Buruh/pekerja yg bersangkutan berhalangan Masuk Kerja karena Sakit dan Dibuktikan Dengan Surat keterangan Dokter. Kemudian pada tanggal 18 mei 2014 Pengurus SBN.Viardi Membuat surat permintaan Bipartit terkait dengan PHK sepihak tersebut dan menuntut Hak-hak Normatif yang Belum berjalan di perusahaan Seperti Upah Sundulan dan upah Lembur. Berselang 2 hari setelah pengurus SBN.Viardi Memasukkan Surat Tersebut(20 mei 2014), Pihak PT.VIARDI BINTANG TERANG kembali melakukan PHK terhadap Buruh/pekerja Atas Nama Muh.Nur yang Juga Adalah Anggota Serikat, dengan Alasan yang sama (Indisfliner). Kemudian Pihak perusahaan menanggapi  Surat Permintaan bipartit pengurus Sbn.Viardi Pada Tanggal 22 mei 2014 dengan maksud untuk merundingankan Masalah tuntutan Pengurus SBN.Viardi  yang akan diadakan pada tanggal 28 mei 2014 bertempat diruangan sales perusahaan.




Pada tanggal 22 mei 2014 Diadakan perundingan bipartit tersebut Namun tidak menemui kata sepakat, sehingga Pada Tanggal  29 mei 2014 Pengurus SBN PT.Viardi menyampaikan bahwa pada tanggal 09 Juni 2014 akan Diadakan Aksi mogok Kerja keperusahaan dan Instansi terkait. pada tanggal 04 Juni 2014 Pihak perusahaan PT.Viardi Bintang Terang Kembali melakukan PHK terhadap Anggota Serikat Atas Nama Lukman Hakim masih dengan Alasan Indisifliner.  Menjelang Aksi pemogokan Kawan-kawan SBN.Viardi pihak perusahaan Mendatangkan preman keperusahaan untuk melakukan intimidasi kepada kawan-kawan Buruh.

Pada tanggal 09 juni 2014 kawan-kawan SBN.PT.Viardi bintang Terang melakukan Aksi Mogok Kerja meski di intimidasi oleh preman kawan-kawan berhasil melumpuhkan aktifitas perusahaan dengan memblokir akses keluar masuk perusahaan, namun pihak perusahaan tidak memperlihatkan etikat baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut,sehingga kawan-kawan Buruh memutuskan menginap diperusahaan meskipun mereka dintimidasi oleh sejumlah preman. Keesokan harinya tanggal 10 juni 2014 aksi terus berlanjut kawan-kawan buruh masih menutup Akses keluar masuk perusahaan,kemudian pada jam 09.30 pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar dating keperusahaan Namun mereka pulang setelah menunggu setegah jam pihak perusahaan belum juga Datang keperusahaan. Yang cukup memprihatinkan banyaknya preman yang berkeliaran dilingkungan perusahaan bahkan mengancam membubarkan Aksi kawan-kawan Buruh Pihak Kepolisian hanya terlihat satuorang. Setelah pukul 17.00 wita Pihak preman kembali mengancam akan membubarkan Aksi kawan-kawan ketika masih menginap diperusahaan dengan Alasan tidak meminta Ijin kepihak pemerintah setempat(RT). Setelah kronologis ini dibuat tepat pukul 18.00wita kawan-kawan Buruh SBN.Viardi Bintang Terang Masih Bertahan di Perusahaan.


belajar selagi muda, berjuang selagi bisah
Bagikan Ki Bro:

Monday, March 24

KISAH NYATA ARIF SI NARAPIDANA CILIK YANG CERDAS (8 Tahun) MEMBUNUH PREMAN

Ulasan cerita ini sya ambil dari jejaring sosial FB, berikut ulasan ceritanya, respect : Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.
Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat anak-anak.

Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula? Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun.Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 'keamanan' yang begitu tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya. "Siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu. "Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.

Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.
"Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!" ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.

Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.

Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat lho waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung udara panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras.

Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.

Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpan di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur.

Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruang ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan Tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.

Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah.Pelarian-pelariannya didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil Omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang! Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.

* Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. *
Tulisnya singkat.

Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, kebijakan bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini.Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain.

Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan di negeri ini!

Oleh Reza Gardino


belajar selagi muda, berjuang selagi bisah
Bagikan Ki Bro:

Tuesday, July 9

Aku dan Kawanku Bercerita


memuliai tulisan ini dengan rasa kecewa dengan beberapa kawan-kawan seperjuangannya saya namun, itu tidak akan menjadi racun berbisah dalam semangat perjuangan ini. aku dan beberapa kawan saya bertemu dan kami berdiskusi tentang perebutan kekuaasaan ditingkatan desa sebagai langkah awal dan sekaligus mempraktekkan teori yang selama ini kami selalu coba terapkan dan praktekkan. dalam  keinginan menjadi seorang kepala desa dan tentunya tidak menjadi pengontrol masyarakat tetapi, menjadi penyambung keinganan penuh masyarakat yang
Bagikan Ki Bro:

Thursday, December 29

VOKALIS HARD ROCK BERTEMA DEMOKRASI LIBERAL

oleh: Hidayat Purnama
Saya tidak sedang melecehkan para pejuang Hak Asasi Manusia (HAM), pro-demokrasi, dan kaum intelektual yang saat ini sedang ramai menyuarakan masalah-masalah petani yang disebut sebagai konflik saja. Judul tulisan ini berasal dari peristilahan para aktivis itu sendiri ketika dalam seminar-seminar atau diskusi panel yang diadakan mereka
Bagikan Ki Bro: